24 November 2017
Home / Berita / Dari Al Amanah untuk Suriah, tentang Air Mata hingga Parenting Jihadiyah

Dari Al Amanah untuk Suriah, tentang Air Mata hingga Parenting Jihadiyah

lembang mms1GaulPeduliSyam – Pada Ahad (28/2/2016), Misi Medis Suriah (sekarang Misi Medis Sosial dan Kemanusiaan)
diundang oleh Yayasan Attaubah dengan jaringan sekolah terpadu Alamanah Lembang Bandung untuk berbagi cerita tentang Suriah. Acara yang sempat ditunda selama satu bulan itu ternyata meraih animo besar Muslimin disana.

“Saya rasakan acara kemarin amat menguras emosi. Hampir sepanjang bercerita tentang Suriah saya lihat jama’ah laki-laki menumpahkan air mata. Apatah lagi keadaan jama’ah perempuan yang berada di lantai dua. Sengguk haru di dalam seiring langit menggerimis tangis di luaran,” ujar Cak Ihsaul Faruqi, relawan MMS yang menjadi pembicara saat itu.

Namun suasana kepedihan dipaksa untuk berhenti dan berubah menjadi untaian senyum ketika sesi tanya jawab. Bagaimana tidak, dari tema tentang Suriah melebar ke urusan pendidikan, urusan keluarga, urusan lgbt, termasuk curhatan para pemuda. “Tapi mau bagaimana lagi dibilang tidak nyambung tapi masih bisa dipaksakan untuk nyambung,” lanjutnya.

lembang mms

“Beberapa dialog yang masih saya ingat, yaitu bagaimana model pendidikan anak-anak Suriah hingga bisa sedemikian rupa? Yang saya tahu di Suriah anak-anak diarahkan sedemikian rupa untuk tetap dalam fitrah asalnya. Yang laki-laki menjadi laki-laki beneran, begitu halnya juga dengan perempuan. Contoh paling sederhana adalah panggilan, anak laki-laki suriah dari kecil biasa dipanggil Nimr/harimau yang menggambarkan kejantanan. Untuk anak-anak perempuan biasa dipanggil lukluk/mutiara sebagi gambran menjaga kehormatan diri.

Terus ada lagi yang bertanya bagaimana cara menanamkan semangat jihad pada anak-anak? Saya menjawab berikan mereka kisah-kisah teladan tentang mujahidin. Lalu terapkan dalam kehidupan nyata seperti anak diminta menyisihkan uang sakunya untuk infaq fi sabilillah sekaligus dibacakan ayat atau hadits tentang keutamaan infaq fi sabilillah. Nasehat untuk anak penting tapi teladan lebih penting. Jangan identikan jihad itu dengan kekejaman dan kesadisan sepeti yang diajarkan anggota isis pada anak-anak mereka, menyembelih boneka,” paparnya.

Dari sekian banyak pertanyaan, paling banyak menyinggung tentang parenting, dan pendidikan. “Sehingga kesan yang saya tangkap judul yang seharusnya adalah Suriah dan parenting jihady,” kata Cak Ihsan senang.

Menutup laporannya, Cak Ihsan berssyukur, “Alhamdulillah acara kemarin berhasil mengumpulkan infaq tunai sebanyak kurang lebih 14 juta rupiah. Panitia juga membekali susu, yoghurt, tahu tauhid, dan brownies kabocha. Semoga Allah memberkahi dan memberikan keikhlasan bagi siapapun yang terlibat dalam acara tersebut.”

Baarakallahu fiihi.

About Adiba Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *