24 November 2017
Home / Berita Internasional / Penyelidik PBB untuk Suriah Pilih Mundur Karena Frustasi

Penyelidik PBB untuk Suriah Pilih Mundur Karena Frustasi

AntiLiberalNews – Seorang anggota Komisi Penyelidik PBB di Suriah memilih mundur dari posisinnya. Ia mengaku, tak ada dukungan politis dari Dewan Keamanan PBB.

Pernyataan mundur itu disampaikan oleh Carla del Ponte pada Minggu, 6 Agustus 2017. Menurutnya, kurangnya dukungan politis dari Dewan Keamanan PBB telah membuat pekerjaannya menjadi tidak mungkin.

Diberitakan oleh Reuters, yang mengutip kantor berita nasional Swiss SDA, penyelidik berusia 70 tahun itu menyampaikan pengunduran dirinya pada sebuah diskusi panel di sela-sela Festival Film Locarno bahwa dia telah menyiapkan surat pengunduran dirinya.

“Saya keluar dari komisi ini, yang tidak didukung oleh kemauan politik apapun,” katanya, sambil menambahkan bahwa perannya hanyalah sebuah “alibi.”

“Saya tidak memiliki kekuasaan selama Dewan Keamanan tidak melakukan apapun,” katanya menambahkan. “Kami tidak berdaya, tidak ada keadilan bagi Suriah.”

Del Ponte, seorang mantan Jaksa Agung Swiss, yang pernah menuntut kejahatan perang di Rwanda dan bekas Yugoslavia bergabung dengan tim untuk penyelidikan Suriah pada bulan September 2012. Ia mencatat kejadian seperti serangan senjata kimia, genosida terhadap populasi Yazidi Irak, taktik pengepungan, dan pemboman konvoi bantuan.

Komisi Penyelidikan PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa del Ponte telah memberi tahu rekan mereka pada bulan Juni tentang keputusannya untuk pergi dalam waktu dekat. Dikatakan penyelidikan akan berlanjut. “Adalah kewajiban kita untuk bertahan dalam pekerjaannya atas nama korban korban pelanggaran HAM dan kejahatan internasional terburuk yang diketahui manusia,” katanya.

Kepergian Del Ponte hanya menyisakan dua komisaris, Paulo Pinheiro dari Brasil, dan Karen Koning AbuZayd dari Amerika Serikat.

Komisi tersebut dibentuk pada bulan Agustus 2011 dan telah secara teratur melaporkan pelanggaran hak asasi manusia, namun permohonannya untuk mematuhi hukum internasional sebagian besar terus diabaikan.

Meskipun Perserikatan Bangsa-Bangsa sedang membentuk badan baru untuk mempersiapkan penuntutan, tapi tidak ada tanda pengadilan mana pun yang didirikan untuk mengadili kejahatan perang yang dilakukan dalam perang berusia enam setengah tahun tersebut, tidak juga merujuk ke Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag, Belanda.

Dua tahun kemudian, dia mengatakan bahwa keadilan akan menyusul Presiden Suriah Bashar al-Assad, bahkan jika dia tetap berkuasa di bawah kesepakatan damai yang dinegosiasikan.

Awal tahun ini, ketika komisi tersebut melaporkan kemungkinan pesawat pemerintah Suriah dengan sengaja melakukan pemboman dan menerjunkan sebuah konvoi kemanusiaan, del Ponte mengisyaratkan frustrasinya dengan ketidakmampuan pihaknya untuk membawa pelaku ke pengadilan.

“Apa yang telah kita lihat di sini di Suriah, saya tidak pernah melihat di Rwanda, atau di bekas Yugoslavia, di Balkan. Ini benar-benar sebuah tragedi besar,” ujarnya. “Sayangnya kita tidak memiliki pengadilan.” (Viva).

====

GPS masih membuka program Operasional Pabrik Roti di Suriah. Sebelumnya kami menjalankan program tersebut di wilayah Salma provinsi Latakia, yakni membantu pengoperasian pabrik roti yang dimiliki oleh Pak Haji Ali. Namun Rabu 13 Januari 2016 dihancurkan rezim Nushairiyah.

Pabrik roti ini akan dihidupkan kembali oleh Koalisi Kemanusiaan Indonesia bernama pabrik roti Umm Syaref di berbagai lokasi lain. GPS mengajak umat Islam Indonesia untuk mendukung pabrik roti Umm Syaref  secara berkala, sebagai upaya untuk menjaga keberlangsungan hidup saudara seiman kita. Sulit atau mudah, pabrik ini harus tetap beroperasi.

Satu saudara kita di Suriah biasanya makan dua kali sehari, satu kali makan biasanya 2 roti, sehingga dalam sehari satu saudara kita memakan sedikitnya 4 roti. Maka dalam satu bulan jika dikali 30 hari maka dibutuhkan 120 roti.

Dengan Kalkulasi Saat Ini (Maret 2015) maka dibutuhkan sekitar 15 Dollar untuk makan satu saudara kita dalam sebulan. Untuk pembulatan dan antisipasi menguatnya harga Dollar terhadap Rupiah, maka kami mematok Rp 200.000 untuk makan satu saudara kita di Suriah selama Sebulan.

Paket Donasi

1. Dengan 200.000 anda dapat memberi makan Seorang saudara anda di Suriah selama sebulan.

2. Dengan 400.000 Anda dapat memberi makan dua Saudara anda di Suriah selama sebulan

3. Dengan 600.000 Anda dapat memberi makan tiga saudara anda di Suriah selama sebulan

dan seterusnya

Donasi yang telah terkumpul akan dititipkan kepada Relawan Misi Medis Suriah (kini menjadi Golden Future Foundation) di Lattakia yang kemudian dipergunakan untuk memproduksi roti. Roti tersebut akan dibagikan secara gratis.

Rek Donasi Suriah GPS : Mandiri 117-00-06326730 A.N Muhammad Randy Bimantara

Rek Operasional GPS : Bank Syariah Mandiri (BSM) 131-00-15-073 A.N Muhammad Randy Bimantara

Konfirmasi : email ke [email protected] (Tidak Wajib)

Penyaluran Tahap 1 : Pembelian Tannur ( Alat Pembuat Roti ) kepada desa Yamadhia Suriah (Klik)

Penyaluran Tahap 2 : Pemberian Kambing Untuk Pernikahan Mujahidin Suriah (Klik)

Penyaluran Tahap 3 : 50 Paket Musim Dingin Via Misi Medis Suriah

Penyaluran Tahap 4 : Program Ifthar Ramadhan Untuk Suriah ( Klik )

Penyaluran Tahap 5 : Pemberian Tunjangan Hari Raya Untuk 22.000 Anak Suriah ( Klik )

Penyaluran Tahap 6 : Proyek Qurban 2015 171 Domba dan 1 ekor sapi (Klik)

Penyaluran Tahap 7 : Pembagian Pemanas Ruangan ( Winter Project Tahap 1 ) Tahun 2016 (Klik)

Penyaluran Tahap 8 : GPS Bersama Koalisi Kemanusiaan Indonesia Salurkan Lebih dari 3 Milyar Untuk Rakyat Suriah

Jazaakumullahu khairaan katsiiran wa baarakallahu fii amwalihi. Aamiiin.

Berikut Video Pabrik Roto Umm Syaref yang Didirikan Koalisi Kemanusiaan Indonesia dimana GPS turut serta didalamnya :

 

 

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *